google-site-verification: google3e7e202e6c97cf47.html Ranah Minang Holiday Tour and Travel Padang - Sumatera Barat: Keindahan Jam Gadang (Kembaran Big Ben London)

Keindahan Jam Gadang (Kembaran Big Ben London)

 "JAM GADANG" iconic wisata Ranah Minang

Jam Gadang Icon Wisata Minang
    Ya begitulah sebutan bagi jam yang unik satu ini yang menjadi icon Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Terletak di jantung Kota Bukittinggi, jam ini telah dibangun sejak zaman Kolonial Belanda, Yup sudah hampir berumur seratus tahun lhooo...

    Berbicara jam, kita teringat icon Kota London yakni Big Ben, kalian tahu tidak mesin yang digunakan Jam Gadang sama persis dengan mesin yang digunakan Big Ben London, Inggris. Bahkan hanya tinggal 2 ini di seluruh Dunia. Berkilas balik cerita sejarah, awalnya jam Gadang ini dibangun oleh inisiatif Hendrik Roelof Rookmaaker sebagai hadiah naik tahtanya Ratu Belanda Wilhelmina Tahun 1926.

KEUNIKAN JAM GADANG

Romawi yang unik
    1. Angka Romawi yang tidak Lazim

    Mungkin banyak pelancong yang tidak menyadari ada keunikan tersendiri dari jam yang dirancang oleh Yazid Rajo Mangkuto ini. Kalau diperhatikan secara seksama, angka romawi pada Jam Gadang ada yang tidak sama dengan angka romawi pada umumnya,Yup pada angka romawi IV di Jam Gadang ditulis IIII, ini merupakan keunikan tersendiri dari Jam Gadang. 


2. Mesin Tua yang Langsung didatangkan dari Eropa

2 Mesin tersisa di Dunia
    Seperti yang dijelaskan diatas tadi, Jam Gadang memiliki mesin penggerak yang hanya tersisa dua di dunia, Mesin ini didatangkan langsung dari Belanda, lewat pelabuhan Roterdam langsung menuju pelabuhan Teluk Bayur, perawatan mesin buatan Vortmann Relinghausen  ini terus dilakukan oleh Pemko Bukittinggi untuk mejaga agar mesin tidak karatan dan bisa selalu berfungsi, serta mendatangkan insinyur yang ahli di bidang mekanika jam agar proses pelestarian dapat berjalan.
 

    3. 3 Kali terjadi perombakan atap 

    Banyak yang tidak mengetahui jam Gadang ini semulanya tidak berbentuk Gonjong Rumah Gadang seperti yang kita saksikan sekarang, tapi awalnya atap Jam Gadang berbentuk patung ayam jantan, ini biasanya merupakan bentuk penghormatan kebesaran untuk bangsawan Eropa,  lalu pada saat zaman pendudukan Jepang masuk ke Indonesia, mengganti bentuk seperti Pagoda karena ciri khas icon Asia Timur Raya yang diusung Jepang untuk daerah taklukannya, dan barulah setelah Kemerdakaan diganti menjadi Miniatur Gonjong Rumah Gadang sebagai lambang dari Negeri Minang hingga saat ini.

Keindahannya Saat Malam

   

    4. Pusat kumpul wisatawan

    Jam Gadang dengan segala kelebihannya menjadikan area sekitarnya menjadi titik kumpul bagi pelancong dan wisatawan yang sedang berada di Kota Bukittinggi, Jam Gadang akses utama untuk menuju ke beberapa lokasi wisata yang ada di Bukittinggi, diantaranya Lobang Jepang, Benteng Fort de Kock, Jembatan Limpapeh, Pasar Atas, Pasar Bawah, dan objek wisata lainnya.


So.....Untuk Traveler dan wisatawan yang penasaran akan keindahan Jam Gadang, Sumatera Barat, yuk..... ikuti liburan bahagia bareng keluarga dan rekan kerja bareng trip  Ranah Minang Holiday tour and travel -Sumatera Barat, yang memiliki paket wisata khusus ke Wisata Bukittinggi (3 Hari 2 Malam, 4 Hari 3 Malam, dan 5 Hari 4 Malam), Hubungi aja di 085265495910 (Whatsapp juga ok) fast respon.




 *Ranah Minang Holiday*
 Best Service is Our Tradition